Bibir Sumbing? Operasi Bedah Plastik Pilihan Terbaik

Bibir sumbing atau celah bibir adalah cacat lahir di mana bagian wajah yang membentuk bibir atas terpisah tidak menyatu sebelum kelahiran. Kondisi ini terjadi pada awal pembentukan janin. Cacat dapat disebabkan oleh genetik atau akibat paparan dari lingkungan selama kehamilan. Memiliki anak dengan kondisi bibir ini mungkin akan sedikit mengganggu. Untungnya, kondisi ini masih dapat diatasi dengan operasi dan tindak medis lainnya.

Untuk Konsultasi Melalui WhatsApp/ Telepon, Simpan Nomor Ini di Hp Anda 0812-9499-3402 Konsultasi Bersama Tim Ahli Kami.

Bibir sumbing adalah salah satu bentuk cacat lahir yang paling sering terjadi. Angka kejadiannya paling banyak ditemukan pada bayi berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan. Risiko orang tua dengan anak berbibir sumbing untuk kembali memiliki anak dengan kondisi yang sama adalah sebesar 4%. Bibir sumbing dapat muncul sebagai:

  • Celah pada bibir dan langit-langit mulut yang dapat mempengaruhi salah satu atau kedua sisi wajah
  • Celah pada bibir yang dapat terlihat sebagai torehan pada bibir atau dapat berkisar dari bibir melalui gusi atas dan langit-langit hingga bagian bawah hidung
  • Celah pada langit-langit mulut yang tidak mempengaruhi tampilan pada wajah.

Terkadang, celah hanya terjadi pada otot dari langit-langit lunak (celah pada langit-langit submukosa), yang terletak di bagian belakang mulut dan tertutup oleh lapisan mulut. Tanda-tanda dan gejala dari -langit submukosa dapat meliputi:

  • Kesulitan menelan
  • Suara berbicara dari hidung (suara sengau)
  • Infeksi telinga yang berulang

Bibir sumbing terjadi akibat wajah dan mulut bayi tidak terbentuk dengan sempurna sejak saat masih di dalam kandungan. Pada umumnya, jaringan yang membuat bibir dan langit-langit mulut akan menyatu pada bulan ke-2 atau ke-3 masa kehamilan. Namun, pada bayi dengan kondisi ini, penyatuan tersebut tidak terjadi dan membiarkan adanya pembukaan (cleft).

Menurut Dr Sidik Setiamihardja SpBP, kebanyakan kasus cacat pada bibir disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan. Orang tua dapat mewariskan gen yang menyebabkan terjadinya cacar bibir, baik dalam bentuk gen sendiri atau bagian dari sindrom genetik yang memiliki gejala cacat bibir. Selain itu, faktor lingkungan juga mungkin berpengaruh pada kemunculan kelainan ini.

Faktor Risiko Bibir Sumbing

Bibir sumbing adalah kondisi yang dapat diderita oleh siapa saja, dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan menderita penyakit ini. Ada juga kemungkinan kecil Anda atau anak Anda tetap bisa memiliki kondisi ini, meskipun tidak memiliki satupun faktor risiko. Berikut adalah faktor-faktor risiko pemicu terjadinya kondisi ini:

  1. Jenis kelamin. Angka kejadian penyakit ini lebih banyak ditemukan pada bayi dan anak-anak berjenis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.
  2. Keturunan anggota keluarga. Apabila ada anggota keluarga Anda yang menderita kondisi ini sejak lahir, risiko Anda untuk memiliki bayi dengan kondisi ini lebih tinggi.
  3. Terpapar oleh zat tertentu pada masa kehamilan. Bibir yang cacat sejak lahir mungkin juga dapat dikaitkan dengan adanya paparan zat berbahaya pada masa kehamilan, misalnya asap rokok, minuman beralkohol, atau obat-obatan tertentu.
  4. Menderita diabetes. Beberapa ahli percaya bahwa perempuan yang terdiagnosis dengan diabetes sebelum hamil mungkin dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini.
  5. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa memiliki berat badan yang melebihi batas normal atau obesitas dapat memperbesar peluang wanita melahirkan bayi dengan kondisi ini.

Komplikasi Bibir Sumbing

Anak yang memiliki bibir dengan bentuk sumbing dan disertai dengan kondisi celah langit-langit mulut akan menghadapi beberapa tantangan dalam hidup, tergantung pada jenis dan keparahan kondisi ini:

  1. Kesulitan makan
    Salah satu masalah yang dikhawatirkan setelah lahir dengan kondisi ini adalah cara makan. Kebanyakan bayi dengan bibir sumbing masih bisa menyusui, namun kondisi ini lebih susah dilakukan pada bayi dengan celah langit.
  2. Infeksi telinga
    Bayi yang terlahir dengan kondisi ini memiliki risiko mengembangkan cairan telinga lebih banyak dari batas wajar, sehingga kemungkinan besar infeksi terjadi dan pendengaran pun terganggu.
  3. Masalah pada gigi
    Apabila sumbing melebar hingga ke gusi bagian atas, perkembangan gigi bayi dan anak mungkin akan mengalami beberapa gangguan.
  4. Kesulitan berbicara
    Karena bentuk bibir berbeda dari bibir manusia yang normal, bayi dan anak mungkin akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan cara berbicara yang normal.
  5. Rentan mengalami stres
    Anak-anak yang memiliki kondisi ini mungkin akan mengalami masalah sosial, emosional, dan perilaku karena sering menjalani perawatan intensif yang berbeda-beda.

Terapi Bibir Sumbing

Tidak ada yang menginginkan cacat lahir pada bayi. Saat kegembiraan akan lahirnya bayi menghadapi stress akibat mengetahui bayi Anda memiliki bibir sumbing, kondisi ini dapat menyebabkan suasana yang emosional bagi seluruh keluarga.

Untuk Konsultasi Melalui WhatsApp/ Telepon, Simpan Nomor Ini di Hp Anda 0812-9499-3402 Konsultasi Bersama Tim Ahli Kami.

Operasi perbaikan bibir dilakukan tergantung pada kondisi anak Anda. Setelah operasi, dokter akan merekomendasikan operasi-operasi tambahan atau followup untuk memperbaiki cara bicara anak. Berikut adalah urutan prosedur bedah yang dilakukan:

  1. Perbaikan bibir sumbing: pada 3 hingga 6 bulan pertama usia anak
  2. Perbaikan celah langit: pada usia 12 bulan, atau lebih muda.
  3. Operasi followup: pada usia 2 tahun dan masa remaja

Sebagai pusat terapi bibir sumbing di Indonesia, RS Bina Estetika, diawali dengan pemberian anestesi, agar anak tidak akan merasakan sakit dan tidak terbangun di tengah-tengah operasi. Beberapa teknik yang dilakukan saat operasi bibir adalah:

  1. Perbaikan bibir sumbing
    Untuk menutup celah bibir, dokter akan menyayat kedua sisi bibir dan mengeluarkan jaringan tertentu. Jaringan tersebut akan dijahit, termasuk otot mulut. Perbaikan ini diharapkan dapat membentuk tampilan bibir yang normal dan berfungsi dengan baik.
  2. Operasi ear tubing
    Operasi dilakukan untuk mengurangi risiko terkena infeksi telinga kronis dan terganggunya pendengaran. Operasi biasanya dilakukan dengan memasukkan tabung pada telinga untuk mencegah terjadinya penumpukan cairan.
  3. Operasi perbaikan bentuk bibir, mulut, dan hidung
    Dalam beberapa kasus, operasi rekonstruksi mulut, bibir, dan hidung penting dilakukan untuk memperbaiki penampilan penderitanya.

Prosedur operasi dapat membantu anak Anda lebih percaya diri dengan penampilannya, adanya peningkatan pada kualitas hidup,, dan mampu berjalan, berbicara, atau bernapas dengan normal. Beberapa komplikasi dan efek samping dari merokok adalah pendarahn dalam tubuh, infeksi, pemulihan yang lama, luka melebar, dan kerusakan pada sistem saraf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Teuku Cik Ditiro No.41, RT010/005, Menteng, Jakarta 10310

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

0812 9499 3402

marketingbinaestetika@gmail.com

Book Online

Book Online

Appointment Now